Olimpiade 2012 menjadi kesempatan atlet perempuan menunjukkan kalau mereka juga bagian penting dalam gelaran olahraga akbar itu. Untuk kali pertama, seluruh negara peserta Olimpiade diperkuat atlet perempuan.
Sarah Attar, perempuan pertama Arab Saudi yang turun di cabang atletik Olimpiade, dengan mengenakan jilbab, menempati posisi terakhir kualifikasi nomor lari 800 meter Rabu (08/08).
Pegulat Tunisia Hassine Ayari (merah) saat bertarung melawan atlet Maroko Choukri Atafi di Olimpiade 2012. (Mike Hewitt/Getty Images)
Banyak cerita menarik sepanjang perhelatan Olimpiade London 2012. Bagi pelatih gulat Tunisia, Zouhair Seghaier, cerita tersebut bermula dari sebuah revolusi.
Pesenam asal Amerika Serikat (AS), Alexandra Raisman, akhirnya berhasil meraih medali perunggu setelah sebelumnya diberi skor rendah oleh juri padahal penampilannya sungguh memukau di final papan keseimbangan di Olimpiade 2012 di London, Inggris, Selasa (8/8/2012), yang disiarkan langsung di YouTube.
Upaya Matthias Steiner mempertahankan medali emas cabang angkat besi di nomor +105 kg nyaris berujung celaka. Atlet Jerman itu tertimpa barbel seberat 196 kg tepat di kepala dan leher.
Atlet halang rintang wanita asal Australia Sally Pearson, berhasil meraih medali emas nomor 100 meter, setelah menjadi yang tercepat di partai final, Selasa (7/8/12).